Home » Community Service » CCBT (Centre for Community Based Tourism) STP Bali Menjembatani Komunikasi antara Masyarakat Dusun Rangko dan Pemerintah Daerah

CCBT (Centre for Community Based Tourism) STP Bali Menjembatani Komunikasi antara Masyarakat Dusun Rangko dan Pemerintah Daerah

Latar Belakang

Dusun rangko adalah sebuah dusun yang berada di Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Proponsi Nusa Tenggara Timur. Desa Tanjung Boleng terdiri dari lima dusun yaitu :

  1. Dusun Rangko
  2. Dusun Boleng
  3. Dusun Gerak
  4. Dusun Merawung
  5. Dusun Kokor

Sebagai sebuah dusun yang terletak di pesisir pantai, seluruh masyarakatnya saat ini bekerja sebagai nelayan tradisional.
Di Dusun rangko sendiri terdapat 177 kepala keluarga dengan jumlah populasi total sebesar 666 jiwa.
Jumlah masyarakat dewasa dengan katagori diatas 17 tahun adalah adalah sebanyak 440 jiwa. Sesus penduduk yang dilakukan di tahun 2017 menunjukkan hasil bahwa dari total keseluruhan warga, terdapat 47 keluarga miskin.

Menurut Kepala Dusun Rangko, (Ibrahim:2017) mengatakan bahwa asal usul masyarakat Dusun Rangko di tanah Flores dimulai sejak abad ke 18, dimana nenek moyang mereka (baca dusun rangko) sebenarnya berasal dari dari Suku Bone-Sulawesi. Seiring berjalannya waktu dan pernikahan antar suku, saat ini masyarakat yang mendiami dusun Bone terdiri dari 4 suku antara lain;

  1. Bone
  2. Bajo
  3. Bima
  4. Flores

Ditambahkan menurut Ibrahim bahwa lokasi dusun rangko yang tepat berada di teluk rangko tidak dapat dilepaskan dari perjanjian atau aturan adat yang diterapkan oleh Kepala Suku dan masyarakat asli di pulau Flores. Aturan-aturan tersebut yang dikenal dengan istilah Ulayat mensyaratkan bahwa masyarakat pendatang yang dalam hal ini adalah suku Bone yang beragama Islam diberikan lokasi tempat tingga di daerah pesisir, sedangkan masyarat asli yang beragama Kristen bermukim di pegunungan.

Letak geografis dusun rangko yang berada di pesisir teluk rangko memberikan keuntungan tersendiri bagi masyrakat dusun. Sejak beberapa tahun terakhir masyarakat mulai memanfaatkan potensi alam yang ada disekitar dusun seperti keberadaan gua rangko yang mulai banyak dikunjungi wisatawan asing maupun domestik.

Potensi Pariwisata di Dusun Rangko

Goa Rangko yang terletak di dusun Rangko, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, saat ini telah menjadi sebuah objek wisata yang mulai banyak ramai dibicarakan dan diviralkan diberbagai media daring, baik pada situs perjalanan, blog pribadi maupun media sosial. Sebagai obyek wisata yang baru muncul, saat ini Goa Rangko mulai banyak dikemas oleh pemerintah daerah maupun praktisi pariwisata sebagai alternaif perjalanan wisata kota (city tour) ketika wisatawan mengunjungi pulau flores, tepatnya kabupaten Manggarai Barat selain untuk mengunjungi tujuan utama seperti pulau Rinca, Komodo.

Aksesibilitas

Untuk mencapai gua rangko, para wisatawan pada umumnya mengambil kendaraan pribadi (carter) dari kota kabupaten Manggarai Barat dengan akses darat selamat 60 menit melewati 60% jalan beraspal dan 40% jalan tanah. Tiba di dusun rangko wisatawan harus menyewa satu buah boat miliki warga dusun dengan tarif Rp. 100.000 s/d Rp. 200.000. Pengelolaan akses menuju Gua Rangko dari pesisir pantai dapat dikatakan masih sangat tradisional dan jauh dari pemahaman aspek keselamatan, kebersihan dan sanitasi lingkungan.

Pengalaman tim penjajagan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Sekoiah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali pada tanggal 6 Oktober 2017 ketika mengunjungi Gua Rangko membuktikan bahwa pengelolaannya masih kurang layak untuk dikomersialkan. Hal ini ditunjukkan dari beberapa fakta antara lain :

  • Untuk menaiki perahu lokal masyarakat, para wisatawan harus turun ke perairan tempat pembuangan limbah rumah tangga
  • Tidak ada life jacket keselamatan untuk penumpang.

Atraksi

Hasil observasi tim penjajagan Pkm STP Bali mengamati bahwa terdapat dua jenis atraksi yang berpotensi untuk dikemas menjadi atraksi wisata di dusun Rangko yaitu

  • Atraksi Alam

Untuk saat ini, atraksi utama di dusun rangko adalah goa rangko itu sendiri. Di dalam gua kristal terdapat kolam yang terbentuk secara alami dengan kubangan air laut didalamnya . Dari beberapa blog perjalanan wisata disarankan bahwa waktu yang tepat untuk mengunjungi gua rangko adalah sekitar pukul 14.00 siang hari. Hal ini dikarenakan pada saat siang hari tepatnya pukul 14.00 masuknya cahaya matahari melalui celah gua menghasilkan warna kolam (palung) air laut terlihat biru dan jernih sehingga sangat menarik untuk melakukan kegiatan ditengah gua. Saat ini aktifitas yang dilakukan oleh wisatawan di tengah gua adalah kegiatan berenang, ataupun diving bagi mereka yang datang untuk tujuan pembelajaran atau peneletian mengenai alam.

  • Atraksi Buatan

Atraksi buatan di gua rangko saat ini masih dikatakan sangat kurang. Melihat potensi teluk rangko dengan pasir putih dan pantai yang indah, sebenarnya masyarakat dusun rangko memiliki potensi besar dalam mengemas dan membuat beberapa kegiatan wisata seperti olahraga pantai ataupun kegiatan-kegiatan lainnya yang perlu untuk dikaji bersama antara masyarakat lokal, pemerintah daerah, pelaku bisnis ataupun pihak pendamping yang berasal dari akedemisi maupun NGO.

Ameniitas

Fasilitas penunjang yang ada di dusun rangko dapat diklasifikasikan menjadi 2 jenis yaitu, amenitas umum dan amenitas wisata. Dalam amenitas umum, beberapa fasilitas yang telah disediakan oleh pemerintah guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat rangko adalah dengan ketersediaan saluran air bersih dan bantuan dermaga kayu yang didapat dari hibah Kementerian Perikanan dan Kelautan.

Sedangkan sebagai obyek wisata baru, fasilitas penunjang kegiatan pariwisata memang masih sangat minim. Dengan persepsi wisatawan dan pelaku bisnis saat ini yang menempatkan gua rangko sebagai obyek wisata city tour atau wisata setengah hari, sudah saatnya masyarakat dengan pihak-pihak yang berkepentingan didalamnya berkonsolidasi untuk menghasilkan fasilitas penunjang wisata seperti warung makan tradisional disiang hari dan sore hari yang menghidangkan makanan laut, tempat mengganti pakaian (changging room), kamar mandi, dll.

Paritisipasi Masyarakat

Masyarakat dusun rangko memiliki kesadaran yang cukup tinggi akan pentingnya sektor pariwisata dan potensi manfaat financial yang didapatkan. Hal ini terlihat dari hasil wawancara yang dilakukan tim pengabdian dengan Kepala Dusun dan beberapa tokoh mayarakat dusun rangko. Dari hasil Focus Group Discussion diterangkan bahwa Kepala Dusun bersama warga dusun telah menyusun kesepakatan pengelolaan obyek wisata berupa pengelolaan obyek gua rangko dan kesepakatan pelayanan wisatawan. Hal ini tentu didasari beberapa permasalah diawal munculnya obyek gua rangko sebagai obyek wisata. Beberapa diantaranya adalah :

  • Monopoli pelayanan wisatawan oleh beberapa warga dusun rangko yang memiliki relasi dengan agen perjalanan atau sopir transport lokal di Kabupaten Manggarai Barat (kota) sehingga wisatawan tersebut secara langsung menyepakati tarif dengan penyedia perahu sehingga keuntungan hanya didapatkan segelintir orang.
  • Akses langsung menuju gua rangko dari Ibu kota Kabupaten menggunakan boat oleh penyedia jasa boat yang berasal dari kota Kabupaten Manggarai sehingga masyarakat dan desa tidak mendapatkan manfaat.

Amenitas dan kebersihan gua rangko yang perlu ditingkatkan dan diperlihara. Dengan semakin banyaknya wisatawan yang datang mengunjungi gua rangko berdampak pula pada kebersihan gua rangko itu sendiri sehingga Kepala Dusun dan tokoh masyarakat berinisiasi untuk memungut biaya retribusi dari wisatawan yang akan masuk ke gua rangko.

Potensi Konflik di Dusun Rangko

Inisiatif masyarakat dusun rangko dalam mengelola obyek wisata gua rangko untuk mendapatkan manfaat finansial secara merata bagi seluruh warga dusun tampaknya tidak begitu mudah berjalan dan menyisakan persoalan. Kesepakatan internal warga dusun dengan rencana pengelolaan obyek wisata dengan semangat gotong royong dan kebersamaan tampaknya menimbulkan ketidak puasan oleh beberapa oknum/pihak yang merasa dirugikan, terutama beberapa warga dusun yang telah selama ini mendapatkan keuntungan langsung secara pribadi dari keberadaan gua rangko di desa mereka.

Sejak pertengahan tahun 2017, Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat mengeluarkan teguran dan larangan kepada warga dusun untuk memungut biaya menuju gua rangko. Menurut kepala dusun rangko, hal ini tentu merupakan kesalah pahaman melalui isu yang dihembuskan oknum yang tidak setuju dengan model pengelolaan berbasis kebersamaan.

Hal tentu mengakibatkan ketidak puasan warga dusun atas keputusan dan sikap Dinas Pariwisata yang secara sepihak mengambil alih pengelolaan gua rangko yang selama ini telah dikelola secara swadaya oleh masyarakat dusun rangko. Dengan latar belakang konflik tersebut saat ini masyarakat merasa sangat dirugikan secara finansial maupun psikologis dimana keberadaan gua rangko saat ini tidak memiliki manfaat kepada dusun dan masyarakat.

Solusi Awal yang ditawarkan

Dari hasil FGD yang dilakukan Tim Penjajagan Pengabdian kepada Masyarakat dengan kepala dusun dan tokoh masyarkaat menghasilkan kesepakatan awal diantaranya adalah :

  1. Kepala dusun melakukan konsolidasi internal masyarakat dusun dengan tujuan menyamakan persepsi dan tujuan pengelolaan wisata di gua rangko dan dusun rangko.
  2. Masyarakat membentuk Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) dengan tujuan memperkuat legalitas dari perkumpulan masyarakat yang akan mengelola kegiatan wisata di goa rangko dan dusun rangko yang terdiri dari elemen administrasi dusun, tokoh adat, pemuda, dan ibu rumah tangga.
  3. STP Bali akan mengambil langkah awal dengan melakukan sosialisasi tentang kepariwisataan antara lain ; sapta pesona, manfaat pariwisata, peran stakeholders dalam pengembangan destinasi pariwisata.
  4. STP Bali diharapkan dapat menjembatani komunikasi antara masyarkat dusun rangko dan pemerintah daerah Kabupaten Manggarai Barat dalam hal ini Dinas Pariwisata.
  5. STP Bali diharapkan dapat melakukan pendampingan terhadap mekanisme model pengelolaan pariwisata berbasis masyarakat yang menguntungkan seluruh pihak.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *